les privat SMP SMA mtk ipa fisika kimia biologi tes/kuliah PPG prajabatan tes PPPK 082257518802

Belajar Berdamai dengan Jalan Baru: Dari Matematika ke Informatika


Sebenarnya sampai hari ini aku masih sering “nge-lag” setiap ada orang tanya,
“Kamu guru apa?”

Refleks banget pengin jawab: guru matematika.
Karena sejujurnya itulah rumah lamaku. Dunia yang telah kutinggali bertahun-tahun, yang kupelajari di kampus, yang kutekuni, yang sudah menyatu dengan cara berpikirku. Rasanya matematika itu seperti separuh jiwaku—murni, logis, dan selalu mampu membuatku jatuh cinta lagi dan lagi.

Tapi kenyataannya sekarang aku adalah seorang guru informatika.

Awal-awal rasanya canggung. Kalau bilang “guru informatika”, aku harus menjelaskan panjang lebar, “aslinya background matematika pak… tapi sekarang ngajar TIK… pindah mapel…”. Lama-lama capek sendiri, makin ke sini aku memilih menjawab simpel:
“Guru informatika.”
Udah. Titik.

Dan ternyata perlahan aku mulai berdamai.
Mungkin belum 100%, tapi sudah mulai terbiasa.
Tapi jujur, di sudut hati kecil masih ada rasa kangen.
Masih ada harapan, “Suatu saat nanti mungkin aku kembali ngajar matematika.”


Karierku Terasa Mentok… Sampai Aku Tahu Ada Hal Lain yang Bisa Dikejar

Setelah diterima PPPK, awalnya aku merasa karierku sudah “selesai”.
Stabil? Iya.
Pasti? Iya.
Tapi aku merasa… kok mentok ya? Kayak nggak ada lagi yang bisa dicapai.

Sampai suatu hari Bu Rima bilang:

“Masih ada yang bisa kamu kejar: jadi guru berprestasi.”

Kalimat itu nyantol betul di kepalaku.
Ternyata dunia guru itu luas sekali. Masih banyak ruang untuk tumbuh:

  • lomba desain perangkat pembelajaran

  • lomba praktik mengajar / microteaching

  • lomba inovasi pembelajaran

  • membimbing siswa ikut kompetisi sampai tingkat nasional

  • bahkan ikut OSN guru

  • atau mengembangkan karya inovatif sampai dikenal

  • lalu jadi pembicara

  • dan kalau prestasi berlanjut… bisa saja suatu hari jadi calon kepala sekolah

Aku baru sadar: karierku belum selesai—baru mulai.
Aku cuma butuh sasaran baru.
Tujuan baru.
Ambisi baru.

Dan sekarang, semangat itu mulai tumbuh lagi.


Tantangan Baru: Belajar “Dunia Informatika” dari Nol

Di satu sisi aku penuh semangat baru,
di sisi lain… jujur aku kewalahan.

Matematika memang jadi fondasi informatika, tapi materi Informatika SMA itu berbeda.
Aku harus:

  • belajar sistem bilangan

  • belajar subnetting

  • belajar TIK dan literasi digital

  • belajar coding dasar

  • belajar perangkat pembelajaran informatika

  • menyiapkan media pembelajaran baru

  • mengejar ketertinggalanku dari guru yang sudah berpengalaman

Belum lagi aku masih terus membangun perangkat pembelajaran dari nol.
Ada rasa capek, lelah, pusing, tapi juga ada rasa puas setiap kali berhasil menguasai satu hal baru.

Kadang aku bertanya,
“Ini bisa nggak ya aku jalani?”
Tapi di saat yang sama, aku tahu juga bahwa:
“Ini memang jalan yang aku pilih, ini memang sudah sesuai rencana Allah.”


Harapan Kecil: Mencetak Prestasi, Bukan Sekadar Mengajar

Ada satu siswa, namanya Jogi, yang tertarik ikut ekskul informatika.
Aku senang sekali sebenarnya, tapi aku juga bingung:
Ekskul Informatika mau diarahkan ke mana?
Apa fokusnya?
Kompetisi apa yang bisa ia ikuti?

Tapi satu hal yang pasti:
aku ingin mulai mencetak prestasi, baik untuk siswa maupun diriku sendiri.

Tapi ya itu tadi—aku masih sibuk beradaptasi dengan mapel baru.
Jadi semua harus kujalani pelan-pelan, satu demi satu.


Semangat Baru untuk Jalan Baru

Meski aku masih merindukan matematika, aku belajar menerima bahwa hidup itu dinamis.
Kadang bukan soal memilih jalur yang paling kita inginkan,
tapi jalur yang paling membuka peluang untuk tumbuh.

Aku percaya,
dengan usaha, disiplin, dan doa,
jalan baru ini bisa membawaku ke tempat yang lebih tinggi.

Mungkin sekarang terasa berat,
tapi siapa tahu ke depan aku bisa jadi guru berprestasi,
bisa melahirkan karya,
bisa membimbing siswa juara,
bisa menjadi pembicara acara pendidikan…

Siapa tahu?
Yang jelas hari ini aku melangkah dengan niat yang baik dan hati yang kuat.

Semangat, diriku. Tantangan baru, karier baru, tujuan baru, dan semangat yang baru.


Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Belajar Berdamai dengan Jalan Baru: Dari Matematika ke Informatika"

Post a Comment