Belajar Berdamai dengan Jalan Baru: Dari Matematika ke Informatika Sebenarnya sampai hari ini aku masih sering “nge-lag” setiap ada orang tanya, “Kamu guru apa?” Refleks banget pengin jawab: guru matemati...
Tentang Rumah: Pelan-Pelan Menata Masa Depan Di sela-sela memikirkan tentang pasangan dan masa depan, aku juga mulai memikirkan hal lain yang tidak kalah penting: tempat tinggal . Mun...
Mencari Pasangan: Antara Harapan, Pengalaman, dan Rencana yang Terus Berubah Sejak diterima sebagai PPPK , ada satu perasaan yang tiba-tiba muncul: seperti ada “tahap hidup baru” yang akhirnya terbuka. Aku merasa le...
Belajar Dari Pisang 14 Ribu Beberapa hari lalu, aku membeli pisang di depan gang dekat kos . Satu sisirnya murah — cuma 14 ribu rupiah. Penjualnya seorang kakek, ramah...
Nggak Apa-Apa Kok Curhat di ChatGPT Akhir-akhir ini aku sadar… ternyata banyak banget orang yang curhatnya bukan ke teman dekat, bukan ke sahabat, bukan ke pasangan—tapi ke Ch...
Pelajaran Hidup dari Pinggir Jalan Beberapa hari yang lalu, saya mampir ke sebuah gerobak bakso dorong . Awalnya hanya ingin mengisi perut, tapi ternyata pulangnya saya malah ...
Ijazah, Pengabdian, dan Jalan Tengah yang Akhirnya Terbuka Mungkin sebelumnya aku sudah pernah cerita, bahwa ijazah S1-ku sempat ditahan oleh kampus. Alasannya sederhana: aku adalah penerima beasiswa...
Gagal LPDP Empat Kali, Tapi Tidak Ada Penyesalan Sejauh ini, saya telah mendaftar LPDP sebanyak empat kali. Dan hasilnya: gagal semua. Tapi saya tidak menyesal. Sedikit pun tidak. Saya just...